Jumat, 30 November 2012

CONTOH ktsp


KURIKULUM SMP ISLAM PODO JOYONYO
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

















PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN
DINAS PENDIDIKAN
SMP ISLAM PODO JOYONYO
Alamat : Jl. Agro Wisata KM. 5 Jurugan Bangunkerto Turi Sleman 55551
YOGYAKARTA









Arti Lambang SMP ISLAM PODO JOYONYO:
1.      Kubah Masjid melambangkan sekolah yang berasaskan ajaran Islam. Warna emas pada kubah mengandung arti kekayaan dan kejayaan agama islam.
2.      Merah putih melambangkan nasionalisme yang tinggi
3.      Huruf jawa “SO” mengandung makna filosofis “ISO” yang dalam bahasa Indonesia artinya “BISA”
4.      Perisai yang artinya melindungi agama, negara, dan kebudayaan jawa sebagai identitas bangsa.
5.      Warna hijau yang berarti kedamaian, kesuburan, dan kesejukan.
6.      Nama “PODO JOYONYO” mengandung arti bahwa sekolah mencetak kader bangsa yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan agama, negara, dan budaya jawa.









HALAMAN PENGESAHAN

Kurikulum SMP Islam Podo Joyonyo.
setelah mendapatkan persetujuan dari komite sekolah, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SMP islam podo joyonyo. Ditetapkan dan dipergunakan pada tahun pelajaran 2012/2013

       Sleman  30 juli 2012
Kepala Sekolah                                                                                    Waka Kurikulum                    

            Nur Rochman                                                                                      Iryawan
            Nim 11410056                                                                                                Nim 11410050           

Menyetujui
Komite Sekolah



Ahmad Ma’arif
Nim 11410052

Mengetahui
Dinas Dikpora  Sleman                                                                                    Ketua Yayasan           
DI Yogyakarta



Fadli Rais                                                                                             Adib Mu’amar. H
Nim 11410055                                                                                                Nim 11410048

















BAB I
PENDAHULUAN

A.      Rasional

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan tertentu itu meliputi tujuan pendidikan nasional, serta kesesuaian dengan kekhasan kondisi dan potensi daerah dimana sekolah tersebut berada, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Selain itu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun antara lain agar dapat memberi
kesempatan peserta didik untuk :
a.       belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b.      belajar untuk memahami dan menghayati,
c.       belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d.      belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
e.       belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif,   kreatif, efektif dan menyenangkan.

Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) SMP Islam Podo Jonyonyo, atau yang disebut dengan kurikulum SMP Islam Podo Joyonyo, disusun sesuai dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, karakteristik peserta didik, dan juga tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan (IPTEK), serta pengembangan sumber daya manusia. agar peserta didik mampu bersaing dalam kehidupan bermasyarakat, yang sesuai dengan amanat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
SMP Islam Podo Joyonyo yang berdomisili di jalan  Agro Wisata KM. 5 , secara geografis terletak di Kelurahan Bangunkerto, Kecamata Turi, Kabupaten Sleman, yang notabenya merupakan sentra penghasil salak pondoh terbesar dijogja, maka dari itu SMP Islam Podo Joyonyo akan mengoptimalkan potensi daerah tersebut dengan cara pengolahan buah salak menjadi berbagai produk matang.
Selain itu SMP Islam Podo Joyonyo juga mempunyai keunggulan yakni :
a.       akses menuju sekolah mudah, karena sekolah terletak di pinggir jalan raya.
b.      Gedung milik sendiri.
c.       Mushola yang bersih dan nyaman.
d.      Laboratorium computer yang sudah terkoneksi dengan internet.
e.       Perpustakaan yang menyediakan buku-buku penunjang  pelajaran yang memadai.
Akan tetapi yang menjadi kendala adalah letak dari SMP Islam Podo joyonyo yang berdekatan dengan pasar maka banyak peserta didik yang tidak belajar malah bermain di pasar, selain itu juga aktivitas belajar mengajar juga terganggu karena suara bising dari pasar.
Berdasarkan analisis kondisi sekolah tersebut, SMP Islam Podo Joyonyo menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk memberi kesempatan kepada peserta didik agar:
a.       Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memahami dan menghayati, serta mengamalkan ajarannya;
b.      Meningkatkan pengembangan keragaman potensi, minat dan bakat, serta kecerdasan
intelektual, emosional, spiritual dan kinestetik secara optimal sesuai dengan tingkat
perkembangannya;
c.       Mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi;
d.      Meningkatkan potensi fisik dan membudayakan sportifitas serta kesadaran hidup sehat;
e.       Membangun, menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan.

Melalui kurikulum ini di harapkan SMP Islam Podo Joyonyo dapat melaksanakan program pendidikan yang sesuai dengan karakteristik, potensi dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pelaksanaan dan pengembanganya melibatkan seluruh warga sekolah dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di lingkungan SMP Islam Podo Joyonyo.

B.       Landasan Hukum

1.      Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.      Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar  Nasional Pendidikan
3.      Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
4.      Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL.
5.      Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian.
6.      Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

C.      Landasan Agama
































BAB II
VISI DAN MISI SEKOLAH

A.      Visi
Utama dalam perstasi, mulia dalam budi pekerti yang berazaskan agama dan budaya

B.       Misi
1.      Mewujudkan lulusan yang beprestasi baik prestasi akademik maupun non akademik
2.      Mewujudkan generasi muda yang berakhlak mulia berasaskan agama (Al qur’an dan hadits) dan budaya
3.      Mewujudkan generasi muda yang dapat melestarikan budaya Jawa pada khususnya dan budaya Indonesia pada umunya
4.      Mencipyakan sekolah yang menjadi pusat pelestarian budaya daerah
5.      Menciptakan lulusan yang agamis tanpa meninggalkan unsur budaya










BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A.      Struktur Kurikulum SMP ISLAM PODO JOYONYO

Struktur kurikulum SMP Islam Podo Joyonyo meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :

a.       Kurikulum SMP Islam Podo Joyonyo memuat 11 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri seperti tertera pada Tabel 3.

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Muatan lokalnya meliputi Bahasa Jawa dan Pertanian/Perkebunan

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatanpengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
b.      Pendidikan agama islam SMP ISLAM PODO JOYONYO  terbagi kedalam empat  sub mapel

c.       Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”.

d.      Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.

e.       Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 40 menit.

f.       Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Struktur kurikulum SMP/MTs disajikan pada Tabel 3

KOMPONEN
Kelas dan Alokasi Waktu
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas IX
No.
A.    Mata Pelajaran
Sem I
SemII
Sem I
SemII
Sem I
SemII
1.
Pendidikan Agama Islam







a.       Al-Qur’an Hadist
2
2
2
2
2
2

b.      Fiqih
2
2
2
2
2
2

c.       Aqidah Akhlak
2
2
2
2
2
2

d.      Sejarah Kebudayaan Islam
2
2
2
2
2
2
2.
Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2
2
2
3.
Bahasa Indonesia
4
4
4
4
4
4
4.
Bahasa arab
2
2
2
2
2
2
5 .
Bahasa inggris
4
4
4
4
4
4
6.
Matematika
4
4
4
4
4
4
7.
Ilmu Pengetahuan Alam
4
4
4
4
4
4
8.
Ilmu Pengetahuan Sosial
2
2
2
2
2
2
9.
Seni budaya
2
2
2
2
2
2
10.
Pendidika jasmani olahraga dan kesehataan
2
2
2
2
2
2
11.
Teknologi informasi dan komunikasi
2
2
2
2
2
2

B.     Muatan lokal






1.
Bahasa jawa
2
2
2
2
2
2
2.
Pertanian/Perkebunan
2
2
2
2
2
2

C.     Pengembangan diri






1.
Pramuka
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2.
PBB
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
3.
PMR
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
4.
Rohis
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
5.
Drumband
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
6.
Nasyid/Shalawatan
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
7.
Sepak bola
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
8
Volly
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
9
Basket
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
10
KIR
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
11
Drama Theater
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
12
Qiro’ah
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
2)*
                 JUMLAH
40
40
40
40
40
40

)* dilakukan diluar jam sekolah.

B.       Muatan Kurikulum
1.    Mata Pelajaran
Mata pelajaran di SMP Islam podo joyono meliputi:
a.       Pendidikan Agama
ü  Al-qur’an hadist
ü  Fiqh
ü  Aqidah Akhlak
ü  Sejarah Kebudayaan Islam
b.      Pendidikan Kewarganegaraan
c.       Bahasa Indonesia
d.      Bahasa Arab
e.       Bahasa Inggris
f.       Matematika
g.      Ilmu Pengetahuan Alam
h.      Ilmu Pengetahuan Sosial
i.        Seni dan Budaya
j.        Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
k.      Teknologi Informasi dan Komunikasi
2.         Muatan Lokal
Muatan lokal di  SMP Islam Tresno Sak Lawase meliputi:
a.         Bahasa Jawa
b.         Pertanian & Perkebunan

3.         Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan pengembangan bakat anak dalam berbagai bidang,Selain cakap dalam bidng akademis,berakhlaq mulia Murid SMP Islam Podojoyonyo juga dituntut mampu mengembangkan bakat dan minatnya. Berdasarkan letak geofrafis dan keadaan sosial kemasyarakatan program pengembangan diri SMP Islam Podojoyonyo adalah sebagai berikut :
a.       Ptramuka
b.      PBB
c.       PMR
d.      Rohis
e.       Drum Band
f.       Nasyid/Sholawatan
g.      Sepak bola
h.      Volly
i.        Basket
j.        KIR
k.      Drama Theather
l.        Qiro’ah.

4.         Mekanisme Pelaksanaan
a.       Kegiatan pengembangan diri diberikan di luar jam pembelajaran (ekstra kurikuler) dibina oleh guru-guru yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah.
b.      Jadwal Kegiatan
Pengembangan Diri
Hari
Alokasi Waktu
Pramuka
Jumat
14.30-16.30
PBB
Selasa dan Kamis
15.30-17.00
PMR
Sabtu
14.00-16.00
Rohis
Selsa
14.00-16.00
Drimband
Selasa dan Kamis
14.30-16.30
Nashit
Sabtu
14.00-16.00
Sepakbola
Kamis dan Sabtu
15.30-17.00
Volly
Kamis dan Santu
15.30-17.00
Bola Basket
Kamis dan Sabtu
15.30-17.00
KIR
Selasa
14.00-16.00
Drama Theater
Selasa
14.00-16.00
Qiro’ah
Selasa
14.00-16.00

5.         Penilaian Kegiatan Pengembangan Diri
Penilaian Kegiatan pengembangan diri dinilai oleh pembimbing masing-masing dan dilaporkan kepada wali kelas setiap akhir semester dan menjadi bahan pertimbangan nilai raport.
KATAGORI
NILAI
KETERANGAN
A
85-98
Sangat Baik
B
70-84
Baik
C
55-69
Cukup
D
<54
Kurang

6.         Pengaturan Beban Belajar
Berikut merupakan pengaturan beban belajar diSMP Islam Podo Joyonyo :
Kelas
Satu jam pemb. tatap muka (menit)
Jumlah jam pemb. Per minggu
Minggu Efektif per tahun ajaran
Waktu pembelajaran per tahun
Jumlah jam per tahun (@60 menit
7-8
40
40
37
1.480 per minggu 59.200 menit
59.200 menit
986, 67 jam
9
40
40
35
1.400 per minggu
56.000 menit
56.000 menit
933,4 jam












7.         Ketuntasan Belajar.

REKAP KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
SMP ISLAM PODO JOYONYO
Tahun Pelajaran : 2012/2013
KOMPONEN
KKM
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas IX
No.
A.    Mata Pelajaran
Sem I
SemII
Sem I
SemII
Sem I
SemII
1.
Pendidikan Agama Islam







a.       Al-Qur’an Hadist
75
75
75
75
75
75

b.      Fiqih
75
75
75
75
75
75

c.       Aqidah Akhlak
75
75
75
75
75
75

d.      Sejarah Kebudayaan Islam
75
75
75
75
75
75
2.
Pendidikan Kewarganegaraan
70
70
70
70
70
70
3.
Bahasa Indonesia
75
75
75
75
75
75
4.
Bahasa arab
65
65
70
70
70
70
5.
Bahasa inggris
70
70
70
70
70
70
6.
Matematika
65
65
68
68
70
70
7.
Ilmu Pengetahuan Alam
65
65
65
65
65
65
8.
Ilmu Pengetahuan Sosial
65
65
65
65
65
65
9.
Seni budaya
70
70
70
70
70
70
10.
Pendidika jasmani olahraga dan kesehataan
70
70
70
70
70
70
11.
Teknologi informasi dan komunikasi
70
70
70
70
70
70

B.     Muatan lokal






1.
Bahasa jawa
70
70
70
70
70
70
2.
Pertanian/Perkebunan
70
70
70
70
70
70

C.     Pengembangan diri
MINIMAL BAIK.

8.         Kenaikan Dan Kelulusan.
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran, dan kriteria kenaikan kelas dan kelulusan di SMP Islam Podo Joyonyo, diatur sebagai berikut :
1.      Kenaikan Kelas.
a.       Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila :
1)      Peserta didik telah menyelesaikan semua program pembelajaran yang ada.
2)      Semua nilai mata pelajaran dan muatan local dinyatakan tuntas sesuai KKM yang berlaku, atau memiliki nilai mata pelajaran dan muatan local yang tidak tuntas maksimal 3 (tiga) untuk kelas VII (tujuh), dan maksimal  2 (dua) mata pelajaran dan muatan local untuk  kelas VII (delapan).
3)      Semua nilai mata pelajaran dan muatan local tidak terdapat nilai < 50.
4)      Berakhlak dan berkepribadian baik.
5)      Nilai pengembangan diri minimal baik.
b.      Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila memiliki nilai dibawah KKM yang berlaku lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran untuk kelas VII, dan lebih dari 2 (dua) dan atau terdapat nilai < 50, pada mata pelajaran dan muatan local. Serta nilai KKM apabila pada semester 1 dan semester 2 dibagi dua nilai tidak tuntas.
2.      Kelulusan.
Peserta didik dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan sebagai berikut:
a.       Memiliki nilai dari semester I sampai semester VI.
b.      memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c.       lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d.      lulus Ujian Nasional.

9.         Life Skill.
Pendidikan life skill adalah pendidikan yang memberikan bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan yang dibutuhkan dan berguna bagi perkembangan kehidupan peserta didik. Dengan demikian pendidikan life skill harus dapat merefleksikan kehidupan nyata dalam proses pengajaran agar peserta didik memperoleh kecakapan hidup tersebut, sehingga peserta didik siap untuk menjalani kehidupan dan terjun di tengah-tengah masyarakat.
Sedangkan  pelaksanaan pendidikan life skill adalah bervariasi , disesuaikan dengan kondisi anak dan lingkungannya, namun memiliki prinsip-prinsip umum yang sama.
. Berikut ini adalah prinsip umum pendidikan life skill, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan di Indonesia :


A.    Tidak mengubah sistem pendidikan yang berlaku
B.     Tidak harus dengan mengubah kurikulum, tetapi yang diperlukan adalah penyiasatan kurikulum untuk diorientasikan dan diintegrasikan kepada pengembangan kecakapan hidup
C.     Etika-sosio-religius bangsa dapat diintegrasikan dalam proses pendidikan
D.    Pembelajaran menggunakan prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together
E.      Pelaksanaan pendidikan life skill dengan menerapkan menejemen berbasis sekolah (MBS).
F.      Potensi wilayah sekitar sekolah dapat direfleksikan dalam penyelenggaraan pendidikan, sesuai dengan prinsip pendidikan kontekstual dan pendidikan berbasis luas (broad base education).
G.    Paradigma learning  for life and school to work dapat dijadikan dasar kegiatan pendidikan, sehingga terjadi pertautan antara pendidikan dengan kehidupan nyata pesertadidik.
H.    Penyelenggaraan pendidikan harus selalu diarahkan agar peserta didik menuju hidup yang sehat, dan berkualitas, mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang luas serta memiliki akses untuk mampu memenuhi hidupnya secara layak
I.       Pendidikan Life Skill Sebagai Upaya untuk Mencapai Tujuan Pendidikan Nasional
Dari poin-poin di atas setelah dikaitkan dengan keadaan sosial geografis di SMP Islam Podojoyonyo maka SMP Islam Podojoyonyo mempunya program kecakapan diri dimana program tersebut akan melatih kemampuan para Murid dengan memberikan keterampilan Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup ,dalam pelaksanannya tidak mengubah kurikulum. Mata pelajaran yang ada di dalam kurikulum saat ini tetap berlaku. Hal yang diperlukan adalah “menyiasati” pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran agar bergeser dari orientasi kepada  mata pelajaran menjadi orientasi kepada kecakapan hidup . Pelaksanaannya dilakukan melalui empat cara yaitu:
A.    Rerorientasi  pembelajaran
B.     Pengembangan budaya sekolah
C.     Manajemen pendidikan
D.    Hubungan sinergis dengan masyarakat  


10.      Pendidikan Keunggulan Berbasis Local Dan Global.
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain ke dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk persaingan global. 
Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah.
Keunggulan yang dimiliki suatu daerah dapat lebih memberdayakan penduduknya sehingga mampu meningkatkan pendapatan atau meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Karena manfaat dan pendapatan yang diperoleh menjadikan penduduk daerah tersebut berupaya untuk melindungi, melestarikan dan meningkatkan kualitas keunggulan lokal yang dimiliki daerahnya sehingga bermanfaat bagi penduduk daerah setempat serta mampu mendorong persaingan secara kompetitif pada tingkat nasional maupun global.

PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOCAL DAN GLOBAL                        
    SMP ISLAM PODO JOYONYO.
KELAS
MATERI
Kelas VII
Pembibitan Tanaman Salak.
Kelas VIII
Pengolahan Buah Salak Menjadi Aneka Pangan.
Kelas IX
Pemasaran Hasil Dari Pengolahan Buah Salak.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar